Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-02 17:20:43【Tempat Makan】540 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(8884)
Artikel Terkait
- Klasemen Grup H: peluang Indonesia U
- Efektifnya akupresur untuk tingkatkan produksi ASI
- Pemkab Jepara buka saluran pengaduan program MBG
- Larangan perdagangan daging anjing, Legislator: Gubernur tepati janji
- Rekomendasi pola makan untuk jaga daya tahan hadapi cuaca ekstrem
- Pemkab Bangka Barat resmikan dapur SPPG Mentok
- BGN apresiasi 31 SPPG di Lebak layani MBG aman dan ngak ada keracunan
- Ekonom: Rencana penurunan PPN bisa dongkrak daya beli dan sektor riil
- Dinkes Cirebon catat 20 siswa alami gejala keracunan usai santap MBG
- Larangan perdagangan daging anjing, Legislator: Gubernur tepati janji
Resep Populer
Rekomendasi

Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar

Mahasiswa USU cipngakan wadah makanan dari limbah sawit dan daun pepaya

Dokter sebut diet tanpa mengonsumsi karbohidrat itu salah

Akademisi nilai kurikulum Sekolah Rakyat mampu entaskan kemiskinan

Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing

Dokter sebut diet tanpa mengonsumsi karbohidrat itu salah

BGN konsolidasikan daerah perkuat tata kelola makanan bergizi

Satgas MBG Banyuasin pastikan menu sesuai dengan kebutuhan gizi